Pengertian dan Sejarah DES




Data Encryption Standard adalah algoritma yang sebelumnya dominan untuk enkripsi data elektronik. Ini sangat berpengaruh dalam kemajuan kriptografi modern di dunia akademis. Dikembangkan pada awal tahun 1970 di Perusahaan IBM dan didasarkan pada desain sebelumnya oleh Horst Feistel, algoritma telah disampaikan kepada Badan Standar Nasional (NBS) mengikuti undangan badan untuk mengusulkan calon untuk perlindungan sensitif, unclassified data pemerintah elektronik. Pada tahun 1976, setelah berkonsultasi dengan Badan Keamanan Nasional (NSA), NBS akhirnya memilih versi yang sedikit dimodifikasi, yang diterbitkan sebagai Federal Information Processing Standard resmi (FIPS) untuk Amerika Serikat pada tahun 1977. Publikasi standar enkripsi NSA yang disetujui secara bersamaan mengakibatkan adopsi cepat internasional dan pengawasan akademik luas. Kontroversi muncul dari elemen desain diklasifikasikan, panjang relatif singkat kunci dari desain blok cipher kunci simetris, dan keterlibatan NSA, kecurigaan bergizi tentang backdoor. Pengawasan akademik intens algoritma yang diterima dari waktu ke waktu menyebabkan pemahaman modern blok cipher dan pembacaan sandi mereka.
  

Sejarah DES

Asal-usul DES kembali ke awal 1970-an. Pada tahun 1972, setelah menyimpulkan studi pada kebutuhan keamanan komputer pemerintah AS, AS badan standar NBS (National Bureau of Standards) - sekarang bernama NIST (Lembaga Nasional Standar dan Teknologi) - mengidentifikasi kebutuhan untuk standar pemerintah secara luas untuk mengenkripsi unclassified, informasi sensitif Oleh karena itu, pada tanggal 15 Mei 1973, setelah berkonsultasi dengan NSA, NBS proposal diminta untuk cipher yang akan memenuhi kriteria desain yang ketat.. Tak satu pun dari pengiriman, namun, ternyata cocok. Permintaan kedua dikeluarkan pada tanggal 27 Agustus 1974. Kali ini, IBM mengajukan calon yang dianggap dapat diterima - cipher yang dikembangkan selama periode 1973-1974 didasarkan pada algoritma sebelumnya, Horst Feistel cipher Lucifer itu. Tim di IBM terlibat dalam desain cipher dan analisis mencakup Feistel, Walter Tuchman, Don Coppersmith, Alan Konheim, Carl Meyer, Mike Matyas, Roy Adler, Edna Grossman, Bill Notz, Lynn Smith, dan Bryant Tuckerman.


    DES dapat dikatakan telah "melompat memulai" studi nonmiliter dan pengembangan algoritma enkripsi. Pada 1970-an ada sangat sedikit kriptografer, kecuali bagi mereka dalam organisasi militer atau intelijen, dan studi akademis sedikit kriptografi. Sekarang ada banyak ahli kriptologi aktif akademik, departemen matematika dengan program yang kuat dalam kriptografi, dan perusahaan keamanan informasi komersial dan konsultan. Sebuah generasi cryptanalysts telah memotong gigi analisis nya (yang mencoba untuk "crack") algoritma DES. Dalam kata-kata dari kriptografer Bruce Schneier, "DES melakukan lebih untuk menggembleng bidang kriptanalisis dari apa pun. Sekarang ada algoritma untuk belajar." Pangsa menakjubkan literatur terbuka di kriptografi pada 1970-an dan 1980-an ditangani dengan DES, dan DES merupakan standar yang setiap algoritma kunci simetrik karena telah dibandingkan. 


Contoh enkripsi dengan algoritma DES

Langkah-langkah mengenkripsi data menggunakan algoritma DES(Data Encryption System) yaitu:

Diberikan contoh:
  • Plaintext(x) = COMPUTER
  • Key(k) = 13 34 57 79 9B BC DF F1
Langkah Pertama :

Ubahlah plaintext kedalam bentuk biner
C : 01000011
O : 01001111
M : 01001101
P : 01010000
U : 01010101
T : 01010100
E : 01000101
R : 01010010

Ubahlah key kedalam bentuk biner
13 : 00010011
34 : 00110100
57 : 01010111
79 : 01111001
9B : 10011011
BC : 10111100
DF : 11011111
F1 : 11110001



Langkah Kedua :

Lakukan Initial Permutation (IP) pada bit plaintext menggunakan tabel IP berikut:

Tabel Initial Permutation(IP)

585042342618102
605244362820124
625446383022146
645648403224168
57494133251791
595143352719113
615345372921135
635547393123157

Urutan bit pada plaintext urutan ke 58 ditaruh diposisi 1,
Urutan bit pada plaintext urutan ke 50 ditaruh di posisi 2,
Urutan bit pada plaintext urutan ke 42 ditaruh di posisi 3, dst

Sehingga hasil outputnya adalah

IP(x) : 11111111 10111000 01110110 01010111 00000000 00000000 00000110 10000011

Pecah bit pada IP(x) menjadi 2 bagian yaitu:
L0 : 11111111 10111000 01110110 01010111 (tabel IP dengan warna kuning)
R0 : 00000000 00000000 00000110 10000011 (tabel IP dengan warna hijau)

Langkah Ketiga :

Generate kunci yang akan digunakanuntuk mengenkripsi plaintext dengan menggunakan tabel permutasi kompresi PC-1, pada langkah ini terjadi kompresi dengan membuang 1 bit masing-masing blok kunci dari 64 bit menjadi 56 bit.

Tabel PC-1
5749413325179
1585042342618
1025951433527
1911360524436
63554739312315
7625445383022
1466153453729
211352820124

Dapat kita lihat pada tabel diatas, tidak terdapat urutan bit 8,16,24,32,40,48,56,64 karena tidak telah dikompress. Berikut hasil outpunya :

CD(k) : 1111000 0110011 0010101 0101111 0101010 1011001 1001111 0001111

Pecah CD(k) menjadi dua bagian kiri dan kanan, sehingga menjadi

C0 : 1111000 0110011 0010101 0101111(tabel PC-1 warna kuning)
D0 : 0101010 1011001 1001111 0001111 (tabel PC-1 warna hijau)

Langkah Keempat :

Lakukan pergeseran kiri (Left Shift) pada C0 dan D0, sebanyak 1 atau 2 kali berdasarkan kali putaran yang ada pada tabel putaran sebagai berikut:

Tabel Left Shift
Putaran ke - iJumlah Pergeseran(Left Shift)
11
21
32
42
52
62
72
82
91
102
112
122
132
142
152
161

Untuk putaran ke 1, dilakukan pegeseran 1 bit ke kiri
Untuk putaran ke 2, dilakukan pergeseran 1 bit kekiri
Untuk putaran ke 3, dilakukan pergeseran 2 bit kekiri, dst

Berikut hasil outputnya:
C0 : 1111000 0110011 0010101 0101111
D0 : 0101010 1011001 1001111 0001111

Digeser 1 bit ke kiri
C1 : 1110000 1100110 0101010 1011111
D1 : 1010101 0110011 0011110 0011110

Digeser 2 bit ke kiri
C2 : 1100001 1001100 1010101 0111111
D2 : 0101010 1100110 0111100 0111101

Digeser 2 bit ke kiri
C3 : 0000110 0110010 1010101 1111111
D3 : 0101011 0011001 1110001 1110101

Digeser 2 bit ke kiri
C4 : 0011001 1001010 1010111 1111100
D4 : 0101100 1100111 1000111 1010101

Digeser 2 bit ke kiri
C5 : 1100110 0101010 1011111 1110000
D5 : 0110011 0011110 0011110 1010101

Digeser 2 bit ke kiri
C6 : 0011001 0101010 1111111 1000011
D6 : 1001100 1111000 1111010 1010101

Digeser 2 bit ke kiri
C7 : 1100101 0101011 1111110 0001100
D7 : 0110011 1100011 1101010 1010110

Digeser 2 bit ke kiri
C8 : 0010101 0101111 1111000 0110011
D8 : 1001111 0001111 0101010 1011001

Digeser 1 bit ke kiri
C9 : 0101010 1011111 1110000 1100110
D9 : 0011110 0011110 1010101 0110011

Digeser 2 bit ke kiri
C10 : 0101010 1111111 1000011 0011001
D10 : 1111000 1111010 1010101 1001100

Digeser 2 bit ke kiri
C11 : 0101011 1111110 0001100 1100101
D11 : 1100011 1101010 1010110 0110011

Digeser 2 bit ke kiri
C12 : 0101111 1111000 0110011 0010101
D12 : 0001111 0101010 1011001 1001111

Digeser 2 bit ke kiri
C13 : 0111111 1100001 1001100 1010101
D13 : 0111101 0101010 1100110 0111100

Digeser 2 bit ke kiri
C14 : 1111111 0000110 0110010 1010101
D14 : 1110101 0101011 0011001 1110001

Digeser 2 bit ke kiri
C15 : 1111100 0011001 1001010 1010111
D15 : 1010101 0101100 1100111 1000111

Digeser 1 bit ke kiri
C16 : 1111000 0110011 0010101 0101111
D16 : 0101010 1011001 1001111 0001111

Setiap hasil putaran digabungkan kembali menjadi CiDi dan diinput kedalam tabel Permutation Compression 2 (PC-2) dan terjadi kompresi data CiDi 56 bit menjadi CiDi 48 bit.

Tabel PC-2

1417112415
3281562110
2319124268
1672720132
415231374755
304051453348
444939563453
464250362932

Berikut hasil outputnya:

C1D1 = 1110000 1100110 0101010 1011111 1010101 0110011 0011110 0011110
K1 = 000110 110000 001011 101111 111111 000111 000001 110010

C2D2 = 1100001 1001100 1010101 0111111 0101010 1100110 0111100 0111101
K2 = 011110 011010 111011 011001 110110 111100 100111 100101

C3D3 = 0000110 0110010 1010101 1111111 0101011 0011001 1110001 1110101
K3 = 010101 011111 110010 001010 010000 101100 111110 011001

C4D4 = 0011001 1001010 1010111 1111100 0101100 1100111 1000111 1010101
K4 = 011100 101010 110111 010110 110110 110011 010100 011101

C5D5 = 1100110 0101010 1011111 1110000 0110011 0011110 0011110 1010101
K5 = 011111 001110 110000 000111 111010 110101 001110 101000

C6D6 = 0011001 0101010 1111111 1000011 1001100 1111000 1111010 1010101
K6 = 011000 111010 010100 111110 010100 000111 101100 101111

C7D7 = 1100101 0101011 1111110 0001100 0110011 1100011 1101010 1010110
K7 = 111011 001000 010010 110111 111101 100001 100010 111100

C8D8 = 0010101 0101111 1111000 0110011 1001111 0001111 0101010 1011001
K8 = 111101 111000 101000 111010 110000 010011 101111 111011

C9D9 = 0101010 1011111 1110000 1100110 0011110 0011110 1010101 0110011
K9 = 111000 001101 101111 101011 111011 011110 011110 000001

C10D10 = 0101010 1111111 1000011 0011001 1111000 1111010 1010101 1001100
K10 = 101100 011111 001101 000111 101110 100100 011001 001111

C11D11 = 0101011 1111110 0001100 1100101 1100011 1101010 1010110 0110011
K11 = 001000 010101 111111 010011 110111 101101 001110 000110

C12D12 = 0101111 1111000 0110011 0010101 0001111 0101010 1011001 1001111
K12 = 011101 010111 000111 110101 100101 000110 011111 101001

C13D13 = 0111111 1100001 1001100 1010101 0111101 0101010 1100110 0111100
K13 = 100101 111100 010111 010001 111110 101011 101001 000001

C14D14 = 1111111 0000110 0110010 1010101 1110101 0101011 0011001 1110001
K14 = 010111 110100 001110 110111 111100 101110 011100 111010

C15D15 = 1111100 0011001 1001010 1010111 1010101 0101100 1100111 1000111
K15 = 101111 111001 000110 001101 001111 010011 111100 001010

C16D16 = 1111000 0110011 0010101 0101111 0101010 1011001 1001111 0001111
K16 = 110010 110011 110110 001011 000011 100001 011111 110101

Langkah Kelima :

Pada langkah ini, kita akan meng-ekspansi data Ri-1 32 bit menjadi Ri 48 bit sebanyak 16 kali putaran dengan nilai perputaran 1<= i <=16 menggunakan Tabel Ekspansi (E).

Tabel Ekspansi(E)
3212345
456789
8910111213
121314151617
161718192021
202122232425
242526272829
28293031321


Hasil E(Ri-1) kemudian di XOR dengan Ki dan menghasilkan Vektor Matriks Ai.

Berikut hasil outputnya:

Iterasi  1
E(R(1)-1) = 100000 000000 000000 000000 000000 001101 010000 000110
K1           = 000110 110000 001011 101111 111111 000111 000001 110010
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A1           = 100110 110000 001011 101111 111111 001010 010001 110100

Iterasi – 2
E(R(2)-1) = 011010 101110 100001 010110 100110 100101 010000 001101
K2           = 011110 011010 111011 011001 110110 111100 100111 100101
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A2           = 000100 110100 011010 001111 010000 011001 110111 101000

Iterasi – 3
E(R(3)-1) = 010001 010111 111011 110011 110001 010101 010010 100001
K3           = 010101 011111 110010 001010 010000 101100 111110 011001
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A3           = 000100 001000 001001 111001 100001 111001 101100 111000

Iterasi – 4
E(R(4)-1) = 010111 110001 010111 110011 110101 011100 001111 110001
K4           = 011100 101010 110111 010110 110110 110011 010100 011101
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A4           = 001011 011011 100000 100101 000011 101111 011011 101100

Iterasi – 5
E(R(5)-1) = 110110 101001 011100 000101 011001 011010 100110 100011
K5           = 011111 001110 110000 000111 111010 110101 001110 101000
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A5           = 101001 100111 101100 000010 100011 101111 101000 001011

Iterasi – 6
E(R(6)-1) = 100101 011011 110001 010110 101110 101100 000111 111010
K6           = 011000 111010 010100 111110 010100 000111 101100 101111
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A6           = 111101 100001 100101 101000 111010 101011 101011 010101

Iterasi – 7
E(R(7)-1) = 110010 100001 011111 110010 100111 111101 011001 010011
K7           = 111011 001000 010010 110111 111101 100001 100010 111100
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A7           = 001001 101001 001101 000101 011010 011100 111011 101111

Iterasi – 8
E(R(8)-1) = 111100 001010 101001 010101 010011 110000 001010 100011
K8           = 111101 111000 101000 111010 110000 010011 101111 111011
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A8           = 000001 110010 000001 101111 100011 100011 100101 011000

Iterasi – 9
E(R(9)-1) = 010010 101111 111000 000000 000010 101111 110101 010001
K9           = 111000 001101 101111 101011 111011 011110 011110 000001
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A9           = 101010 100010 010111 101011 111001 110001 101011 010000

Iterasi – 10
E(R(10)-1)= 100111 111000 001110 100010 100111 110111 111000 001010
K10          = 101100 011111 001101 000111 101110 100100 011001 001111
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A10          = 001011 100111 000011 100101 001001 010011 100001 000101

Iterasi – 11
E(R(11)-1)= 010011 110111 111010 101010 101111 110011 110001 011001
K11          = 001000 010101 111111 010011 110111 101101 001110 000110
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A11          = 011011 100010 000101 111001 011000 011110 111111 011111

Iterasi – 12
E(R(12)-1)= 001001 011010 101001 011111 110001 010111 110010 101100
K12          = 011101 010111 000111 110101 100101 000110 011111 101001
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A12          = 010100 001101 101110 101010 010100 010001 101101 000101

Iterasi – 13
E(R(13)-1)= 100110 100111 110111 111011 111110 101110 101100 001010
K13          = 100101 111100 010111 010001 111110 101011 101001 000001
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A13          = 000011 011011 100000 101010 000000 000101 000101 001011

Iterasi – 14
E(R(14)-1)= 111001 010111 110000 001000 001000 001000 001011 111011
K14          = 010111 110100 001110 110111 111100 101110 011100 111010
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A14          = 101110 100011 111110 111111 110100 100110 010111 000001

Iterasi – 15
E(R(15)-1)= 000110 101100 001100 000001 011001 011010 100101 010100
K15          = 101111 111001 000110 001101 001111 010011 111100 001010
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A15          = 101001 010101 001010 001100 010110 001001 011001 011110

Iterasi – 16
E(R(16)-1)= 101101 011101 010100 000101 010101 010001 010110 100010
K16          = 110010 110011 110110 001011 000011 100001 011111 110101
---------------------------------------------------------------------------------------- XOR
A16          = 011111 101110 100010 001110 010110 110000 001001 010111

Langkah Keenam :

Setiap Vektor Ai disubstitusikan kedelapan buah S-Box(Substitution Box), dimana blok pertama disubstitusikan dengan S1, blok kedua dengan S2 dan seterusnya dan menghasilkan output vektor Bi 32 bit.

S1 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
001441312151183106125907
010157414213110612119538
104114813621115129731050
111512824917511314100613

S2 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
001518146113497213120510
013134715281412011069115
100147111041315812693215
111381013154211671205149

S3 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
001009146315511312711428
011370934610285141211151
101364981530111212510147
111101306987415143115212

S4 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
007131430691012851112415
011381156150347212110149
101069012117131513145284
1131506101131894511127214

S5 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
002124171011685315130149
0114112124713150151039816
104211110137815912563014
111181271142136150910453

S6 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
001211015926801334147511
011015427129561131401138
109141552812370410113116
114321295151011141760813

S7 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
004112141508133129751061
011301174911014351221586
101411131237141015680592
116111381410795015142312

S8 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
001328461511110931450127
011151381037412561101492
107114191214206101315358
112114741081315129035611

Cara menggunakan S-Box :
(Untuk detail penggunaan S-Box, silahkan lihat dihalaman http://en.wikipedia.org/wiki/S-box)

Kita ambil contoh S1, kemudian konversi setiap angka didalam tabel S1 yang berwarna putih menjadi biner, sehingga menjadi bentuk seperti dibawah:

S1 :

0000000100100011010001010110011110001001101010111100110111101111
001110010011010001001011111011100000111010011011000101100100000111
010000111101110100111000101101000110100110110010111001010100111000
100100000111101000110101100010101111111100100101110011101001010000
111111110010000010010010010001011101011011001111101010000001101101

Kemudian kita ambil sampel blok bit pertama dari A1 yaitu 100110
Kita pisahkan blok menjadi 2 yaitu:
  • Bit pertama dan terakhir yaitu 1 dan 0 digabungkan menjadi 10
  • Bit kedua hingga ke lima 0011
Kemudian dibandingkan dengan memeriksa perpotongan antara keduanya didapatkan nilai 1000(warna merah) dan seterusnya untuk blok kedua hingga blok kedelapan kita bandingkan dengan S2 hingga S8.

Berdasarkan cara diatas diperoleh hasil sebagai berikut:

B1 = 1000 0101 0100 1000 0011 0010 1110 1010
B2 = 1101 1100 0100 0011 1000 0000 1111 1001
B3 = 1101 0110 0011 1100 1011 0110 0111 1111
B4 = 0010 1001 1101 0000 1011 1010 1111 1110
B5 = 0100 0001 0011 1101 1000 1010 1100 0011
B6 = 0110 1101 1101 1100 0011 0101 0100 0110
B7 = 1110 0011 0110 1011 0000 0101 0010 1101
B8 = 0000 1000 1101 1000 1000 0011 1101 0101
B9 = 0110 1110 1110 0001 1010 1011 0100 1010
B10 = 0010 0001 0111 0000 0100 0001 0110 1101
B11 = 0101 1110 0000 1100 1101 1011 1100 0010
B12 = 0110 1000 0000 1011 0011 0110 1010 1101
B13 = 1111 1001 1101 1011 0010 0100 1011 0011
B14 = 1011 1000 0111 1110 1100 0101 1100 0001
B15 = 0100 0001 0011 1001 1111 0111 0010 0111
B16 = 1000 0001 0110 1010 1111 0111 0100 1011

Langkah Ketujuh:

Setelah didapatkan nilai vektor Bi, langkah selanjutnya adalah memutasikan bit vektor Bi menggunakan tabel P-Box, kemudian dikelompokkan menjadi 4 blok dimana tiap-tiap blok memiliki 32 bit data.

Tabel P-Box

11111111
11111111
11111111
11111111

Sehingga hasil yang didapat adalah sebagai berikut:

P(B1) = 00101000 10110011 01000100 11010001
P(B2) = 10001011 11011001 10001100 00010011
P(B3) = 01101111 10110010 10011100 11111110
P(B4) = 00111111 00111011 01000111 10100001
P(B5) = 10010101 00110010 11011000 01000101
P(B6) = 00100100 00011011 11110011 11111000
P(B7) = 11001000 11000001 11101110 01101100
P(B8) = 00000111 00111001 00101001 01100001
P(B9) = 11011001 00111011 10100011 10010100
P(B10) = 00001100 00010101 01101110 00100100
P(B11) = 01110001 00111110 10110000 01010011
P(B12) = 10101000 01101000 10001110 11101001
P(B13) = 10000110 11001011 11001111 11001011
P(B14) = 00000101 11011101 00111010 01001111
P(B15) = 10100101 00100110 11101100 11101100
P(B16) = 00101001 11110111 01101000 11001100

Hasil P(Bi) kemudian di XOR kan dengan Li-1 untuk mendapatkan nilai Ri.
Sedangkan nilai Li sendiri diperoleh dari Nilai Ri-1 untuk nilai 1 <= i <= 16.

L0     = 11111111 10111000 01110110 01010111
R0     = 00000000 00000000 00000110 10000011

P(B1)      = 00101000 10110011 01000100 11010001
L(1)-1    = 11111111 10111000 01110110 01010111
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R1    = 11010111 00001011 00110010 10000110

P(B2)      = 10001011 11011001 10001100 00010011
L(2)-1    = 00000000 00000000 00000110 10000011
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R2    = 10001011 11011001 10001010 10010000

P(B3)      = 01101111 10110010 10011100 11111110
L(3)-1    = 11010111 00001011 00110010 10000110
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R3    = 10111000 10111001 10101110 01111000

P(B4)      = 00111111 00111011 01000111 10100001
L(4)-1    = 10001011 11011001 10001010 10010000
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R4    = 10110100 11100010 11001101 00110001

P(B5)      = 10010101 00110010 11011000 01000101
L(5)-1    = 10111000 10111001 10101110 01111000
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R5    = 00101101 10001011 01110110 00111101

P(B6)      = 00100100 00011011 11110011 11111000
L(6)-1    = 10110100 11100010 11001101 00110001
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R6    = 10010000 11111001 00111110 11001001

P(B7)      = 11001000 11000001 11101110 01101100
L(7)-1    = 00101101 10001011 01110110 00111101
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R7    = 11100101 01001010 10011000 01010001

P(B8)      = 00000111 00111001 00101001 01100001
L(8)-1    = 10010000 11111001 00111110 11001001
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R8    = 10010111 11000000 00010111 10101000

P(B9)      = 11011001 00111011 10100011 10010100
L(9)-1    = 11100101 01001010 10011000 01010001
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R9    = 00111100 01110001 00111011 11000101

P(B10)  = 00001100 00010101 01101110 00100100
L(10)-1    = 10010111 11000000 00010111 10101000
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R10    = 10011011 11010101 01111001 10001100

P(B11)  = 01110001 00111110 10110000 01010011
L(11)-1    = 00111100 01110001 00111011 11000101
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R11    = 01001101 01001111 10001011 10010110


P(B12)  = 10101000 01101000 10001110 11101001
L(12)-1    = 10011011 11010101 01111001 10001100
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R12    = 00110011 10111101 11110111 01100101

P(B13)  = 10000110 11001011 11001111 11001011
L(13)-1    = 01001101 01001111 10001011 10010110
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R13    = 11001011 10000100 01000100 01011101

P(B14)  = 00000101 11011101 00111010 01001111
L(14)-1    = 00110011 10111101 11110111 01100101
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R14    = 00110110 01100000 11001101 00101010

P(B15)  = 10100101 00100110 11101100 11101100
L(15)-1    = 11001011 10000100 01000100 01011101
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R15    = 01101110 10100010 10101000 10110001

P(B16)  = 00101001 11110111 01101000 11001100
L(16)-1    = 00110110 01100000 11001101 00101010
------------------------------------------------------------------------------------------XOR
R16    = 00011111 10010111 10100101 11100110

L16    = 01101110 10100010 10101000 10110001

Langkah Kedelapan:

Langkah terakhir adalah menggabungkan R16 dengan L16 kemudian dipermutasikan untuk terakhir kali dengan tabel Invers Initial Permutasi(IP-1).

Tabel IP-1

408481656246432
397471555236331
386461454226230
375451353216129
364441252206028
353431151195927
342421050185826
33141949175725

Sehingga Input :
R16L16 =  00011111 10010111 10100101 11100110 01101110 10100010 10101000 10110001

Menghasilkan Output:
Cipher(dalam biner) = 01010110 11110001 11010101 11001000 01010010 10101111 10000001 00111111

atau

Cipher(dalam hexa) = 56 f1 d5 c8 52 af 81 3f

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian dan Sejarah DES"

Post a Comment